Home » Perpajakan » Penggunaan Nomor Faktur Ditjen Pajak Diundur
Post : 19-April-2013

Jumat, 19-April-2013

Penulis: akuntan online

Penggunaan Nomor Faktur Ditjen Pajak Diundur


Jakarta-Akuntan Online:

Pengusaha kena pajak (PKP) pengeluar nomor faktur dari pengusaha sendiri masih bisa menggunakan nomor faktur tersebut hingga Juni mendatang, karena sistem akuntansi PKP belum siap. Setelah itu, PKP harus menggunakan nomor faktur yang dikeluarkan Ditjen Pajak.

Menurut Kepala Subdirekotrat Peraturan PPN Perdagangan, Jasa, PTLL Ditjen Pajak, Oktria Hendrarji, sebenarnya kepada PKP sudah diberikan waktu yang cukup untuk mendapatkan faktur pajak dari Ditjen Pajak sejak Nopember 2012 sampai April 2013, tapi rupanya masih banyak kendala teknis pada PKP

."Mereka perlu menyesuaikan sistem aplikasinya, sehingga harus melakukan pembenahan sistem akuntansinya. Untuk yang belum siap, terpaksa kami akomodir," katanya dalam "ngobrol santai pajak" di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jumat (19/04/2013).

Mungkin saja terjadi ada PKP yang mengaku sudah mengajukan permohonan, tapi belum dapat kode aktivasi. Hal tsb mungkin karena pengiriman kode fisiknya yang menggunakan jasa pengirima surat dan belum sampai, sehingga kami akomodir dalam 2 bulan in.

Bila sampai Juni mendatang belum juga mendapatkan nomor faktur pajak , Ditjen Pajak tidak lagi menerima pelaporan nomor faktur selain dari Ditjen Pajak dan dinyatakan nomor fakturnya tidak sah.

Dari data yang dimilikinya Oktria, sampai 14 April 2013 tercatat 81.000 PKP yang sudah menerima nomor faktur pajak, sedangkan yang sudah siap 166.000 PKP. Jumlah PKP yang telah melakukan registrasi ulang sebanyak 400.000 PKP..(Zis)***


Home | Hits : 458
Beri Komentar untuk berita diatas
Judul Berita : Penggunaan Nomor Faktur Ditjen Pajak Diundur
Nama :
Email:
Comment:
  

10 Berita Sebelumnya

Penggunaan Nomor Faktur Ditjen Pajak Diundur
Target Penerimaan Pajak Sulit Terealisasi
Masih Banyak Potensi Penyelewengan Pajak
Lebih Banyak WP yang Belum Bayar Pajak
Penerimaan Pajak 2013 Berpeluang Meleset
Restitusi Lebih Banyak Rugikan Pengusaha
PPh Pasal 22 Direvisi, Harga HP Bakal Naik
Restitusi Pajak 2013 Capai Rp 35 Triliun
Ditargetkan 700.000 SPT lewat e-Filling pada 2014
Pengguna e-Filling SPT Pajak Masih Sedikit
Akuntansi   Auditing   Perpajakan   Manajemen   Bisnis   Ekonomi   Hukum   Umum   Artikel   Organisasi   Profil   Suara Pembaca  

Home | Profile | Redaksi | Iklan | Kontak
@ 2012 akuntanonline.com Web By: Lanangmulia.Net